Petrus Akihary

From the series Revolusi

Banyak orang Maluku (sebuah kepulauan di bagian timur nusantara) berdinas di Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Setelah perjuangan kemerdekaan mereka bisa memilih: demobilisasi atau pengalihan ke Tentara Indonesia. Begitu juga dengan Peter Akihary (1908-2000).

Petrus Akihary

Petrus Akihary (1908-2000), lahir di desa Aboru di pulau Haruku, Maluku. Akihary sejak umur 18 berdinas di KNIL. Ketika masuk dinas pada tahun 1926 dia diberi nomor induk stamboek 20574.

Kartu identitas militer (KNIL) Sersan Mayor Instruktur Petrus Akihary, Juli 1950 – Maret 1950. Maarssen, Koleksi Ibu M. Anthony-Akihary

Dwangarbeid

Selama pendudukan Jepang (1942-1945) Akihary dipaksa melakukan kerja paksa yang berat di jalur kereta api Burma (sekarang Myanmar) yang terkenal negatif. Konon pekerjaan itu mengakibatkan lebih banyak orang mati daripada bantalan rel.

Kartu identitas militer (KNIL) Sersan Mayor Instruktur Petrus Akihary, Juli 1950 – Maret 1950. Maarssen, Koleksi Ibu M. Anthony-Akihary

Sergeant-majoor-instructeur

Sesudah kapitulasi Jepang pada tahun 1945 istrinya Jacoba dengan kelima anak mereka lama tidak mengetahui apakah dia masih hidup dan selamat atau tidak. Ketika akhirnya dia dipersatukan lagi dengan keluarganya, kehidupan militer dalam dinas KNIL diteruskan seperti biasa. Akihary ditempatkan di Sabang, di Sumatra Utara dan di sana naik pangkat sampai sersan-mayor-instruktur.

Kartu identitas militer (KNIL) Sersan Mayor Instruktur Petrus Akihary, Juli 1950 – Maret 1950. Maarssen, Koleksi Ibu M. Anthony-Akihary

Respect

Pada tahun 1949 Akihary bertanggungjawab atas pengawasan orang Aceh yang ditahan. Ini terutama pria muda yang berjuang di pihak Republik. Hal ini dilakukannya secara begitu manusiawi, sehingga waktu kebebasannya sendiri terancam oleh Republik, para tahanan turun tangan dengan menunjukkan rasa hormat mereka kepadanya.

Tag identitas Petrus Akihary dengan nomor buku servis 20574, dikeluarkan pada saat dia mulai bertugas, 1926. Logam. Maarssen, Koleksi Ibu M. Anthony-Akihary

Ontslagen

Pada tanggal 12 April 1951 dia bersama dengan keluarganya naik kapal api ss Groote Beer. Setibanya di Belanda Akihary tanpa diinginkannya sesudah selama 25 tahun setia sebagai militer kepada bendera Belanda dan keluarga kerajaan diberhentikan dari dinas militer. Keluarganya ditampung di bekas kamp konsentrasi Vught yang namanya diganti menjadi pemukiman Lunetten.

Kartu identitas militer (KNIL) Sersan Mayor Instruktur Petrus Akihary, Juli 1950 – Maret 1950. Maarssen, Koleksi Ibu M. Anthony-Akihary

NoTitle NoTitle

Meer dan 70 jaar

Pada paruh pertama tahun 1951 sekitar 12.500 orang Maluku, yang terdiri lebih dari 3.500 mantan tentara KNIL dan keluarga mereka, tertimpa nasib yang sama. Waktu itu maksudnya adalah bahwa masa tinggal mereka di Belanda bersifat sementara, tetapi sekarang ini sudah lebih dari 70 tahun.

NoTitle