Selama Perang Dunia Kedua Indonesia diduduki oleh Jepang dan orang Belanda diinternir di kamp-kamp. Setelah kapitulasi Jepang repatrian-repatrian pertama datang ke Belanda. Jeanne van Leur-de Loos salah satu dari mereka.
Jeanne van Leur-de Loos
Jeanne van Leur-de Loos, yang juga disebut Peu oleh teman dan keluarga, dari 31 Agustus 1943 sampai 18 September 1945 diinternir di kamp Cideng dan kemudian di kamp wanita Kampong Makassar. Suaminya, yuris Job van Leur, tewas pada tahun 1942 di Pertempuran Laut Jawa.
Jeanne (Peu) van Leur-de Loos sekembalinya dari Indonesia, sekitar 1946. Fotografer tak dikenal. Leiden, koleksi P.A. Terwen


TIDAK DITERIMA
Ketika dia dibebaskan dari kamp, dia menulis tentang bekas rumahnya kepada orang tuanya di Belanda; ‘Semua hilang’. Dia melihat permusuhan terhadap orang Belanda meningkat: ‘Orang Barat lama tidak diterima di toko dan di pasar’, tulisnya. Menjual makanan kepada orang Eropa dipandang sebagai kolaborasi kolonial.
Pasar ikan di Batavia, Anefo, 1945 – 1946


PETA-PETA SUTRA
Tekstil langka, meskipun begitu Peu, mungkin lewat seorang perantara, berhasil memperoleh peta-peta sutra dari angkatan udara Inggris. Peta-peta itu dimaksudkan sebagai alat orientasi bagi tentara Inggris jika terjadi pendaratan darurat.
Peta sutra digunakan sebagai syal pilot, anonim, 1940 – 1945


GAUN RUMAH
Sebelum perang Peu sering bertukar patron dengan teman-teman wanitanya. Membuat pakaian selalu menjadi hobinya. Dengan sebuah mesin jahit manual dia membuat gaun rumah ini dari peta-peta itu pada tahun 1945.
Gaun yang terbuat dari peta-peta sutra, J. Terwen-de Loos, 1945 – 1946


BUKAN SEKADAR SEPOTONG PAKAIAN
Sesudah kesengsaraan kamp interniran Jepang gaun rumah seperti itu mempunyai arti yang lebih besar daripada sekadar sepotong pakaian. Gaun rumah baru ini, yang dengan sangat teliti dibuat dengan sangat hati-hati di belakang mesin jahit berputar yang sudah terbiasa, agak mirip gaun-gaun yang dipakai Peu sebelum perang.
Gaun yang terbuat dari peta-peta sutra, J. Terwen-de Loos, 1945 – 1946
KE BELANDA
Pada tanggal 25 Januari 1946 Peu berangkat bersama dengan 1.000 orang lain di kapal Johan de Witt ke Belanda. Hampir satu bulan kemudian dia tiba di Amsterdam. Di sana dia masih memakai gaun itu sampai sekitar 1951.
Jeanne (Peu) van Leur-de Loos dalam gaun, c. 1951. Fotografer tak dikenal. Leiden, koleksi P.A. Terwen